Mahasiswi Teknik Sipil PNL Raih Juara 1 Inong Aceh Utara 2026
Aceh Utara, 2 Mei 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL). Mutmainnah berhasil meraih gelar Juara 1 Inong Aceh Utara 2026 dalam ajang Duta Wisata Aceh Utara 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Aceh Utara.
Opening Ceremony Agam Inong Kabupaten Aceh Utara 2026
Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda Aceh Utara untuk menunjukkan potensi, wawasan, dan kemampuan di bidang pariwisata serta budaya daerah. Proses seleksi berlangsung ketat dengan menyaring puluhan peserta hingga tersisa 10 pasangan finalis terbaik yang mengikuti tahap karantina.
Finalis Agam Inong Kabupaten Aceh Utara 2026
Selama masa karantina, Mutmainnah tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik dan komunikasi yang baik, tetapi juga jiwa kepemimpinan yang kuat. Ia dipercaya sebagai ketua finalis perempuan atau yang disebut sebagai “Bung Geuchik”. Dalam peran tersebut, ia dinilai mampu memimpin dengan sikap tegas, komunikatif, dan penuh tanggung jawab.
Kemampuan Mutmainnah juga terlihat dalam berbagai rangkaian kegiatan selama kompetisi berlangsung. Pada sesi kunjungan wisata ke kawasan Situek, ia berhasil membuat video promosi pariwisata yang menarik, informatif, dan memiliki kualitas visual yang baik. Video tersebut kemudian terpilih sebagai video favorit dan diunggah langsung oleh pihak pengelola Pingan Situek serta BNN Lhokseumawe melalui media sosial mereka.
Kunjungan ke UMKM pingan Situek di Sawang
Selain itu, penampilan monolog yang dibawakannya mendapat apresiasi dari dewan juri karena dinilai kreatif dan mampu menyampaikan pesan secara mendalam. Dalam bidang akademik dan pemahaman isu pariwisata, Mutmainnah juga mencatat pencapaian tersendiri dengan menjadi satu-satunya finalis yang memperoleh nilai tertinggi pada sesi presentasi advokasi pariwisata.
Atas prestasi tersebut, Mutmainnah akan melanjutkan perjuangannya di tingkat provinsi sebagai perwakilan Aceh Utara. Kesempatan ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menunjukkan kualitas generasi muda Aceh Utara di bidang pariwisata dan budaya.
Dalam keterangannya, Mutmainnah mengungkapkan bahwa keberhasilannya berawal dari keberanian untuk melawan rasa tidak percaya diri.
“Bagi saya, kemenangan terbaik adalah ketika kita berani mencoba sesuatu yang sebelumnya terasa mustahil untuk dimenangkan. Jika pada 15 April lalu saya tidak memberanikan diri untuk mendaftar, mungkin saya masih berada dalam bayang-bayang keraguan terhadap diri sendiri,” ujarnya.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk terus berkembang, berani mencoba hal baru, serta aktif berkontribusi dalam memajukan pariwisata dan budaya daerah.
