Jurusan Teknik Sipil PNL Gelar FGD Bahas Strategi Implementasi Teaching Factory (TEFA)

Jurusan Teknik Sipil PNL Gelar FGD Bahas Strategi Implementasi Teaching Factory (TEFA)

Lhokseumawe – Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi dan Implementasi Teaching Factory (TEFA) di Pendidikan Tinggi Vokasi” pada hari Selasa 28 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa di lingkungan Jurusan Teknik Sipil.

Ketua Jurusan Teknik Sipil, Bapak Mulizar, S.T., M.T. dalam sambutanya menyampaikan bahwa FGD ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan implementasi TEFA di Jurusan Teknik Sipil PNL. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperoleh gambaran strategis, mengidentifikasi potensi pengembangan produk dan jasa, serta merumuskan langkah awal implementasi TEFA yang sesuai dengan kondisi jurusan,” ujarnya.

Kegiatan FGD ini secara resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Direktur I, Bapak Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya penguatan pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri melalui implementasi Teaching Factory, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing di dunia kerja.

FGD ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang, yaitu akademisi, pemerintah, dan industri. Narasumber pertama, Dr. Ir. Tri Hannanto Saputra, S.T., M.Eng. dari Politeknik ATMI Surakarta, menyampaikan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran vokasi menuju production-based learning melalui penerapan Teaching Factory. Ia menekankan bahwa implementasi TEFA harus dimulai secara bertahap dengan memilih model yang realistis serta didukung oleh sistem pengelolaan yang menyerupai industri.

Sementara itu, narasumber kedua, Arman Aryadi, S.T., M.T. dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe, memaparkan kondisi dan kebutuhan sektor konstruksi di daerah. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendukung implementasi TEFA, khususnya dalam menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.

Narasumber ketiga, Jalaluddin, S.Tr.T. dari PT Perta Arun Gas, membahas potensi pemanfaatan material alternatif dalam mendukung kegiatan produksi TEFA. Ia menjelaskan bahwa material seperti perlite memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan konstruksi inovatif yang ringan dan memiliki nilai tambah dari sisi keberlanjutan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi yang melibatkan peserta secara aktif. Berbagai masukan dan pandangan dari narasumber maupun peserta diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan roadmap pengembangan TEFA di Jurusan Teknik Sipil ke depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Jurusan Teknik Sipil PNL menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui pendekatan yang lebih aplikatif dan selaras dengan kebutuhan dunia industri.