LPK dan TUK Harum Jaya Serahkan Sertifikat SKK BNSP kepada 8 Dosen Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe
Banda Aceh, 12 Mei 2026 – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Harum Jaya menyampaikan secara resmi hasil pelaksanaan Uji Kompetensi Staf Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Ketua Jurusan Teknik Sipil PNL terkait kebutuhan dosen untuk memiliki sertifikat kompetensi, profesi, atau industri sesuai ketentuan kementerian.
Uji kompetensi tersebut telah dilaksanakan pada 1–3 Mei 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 8 orang dosen. Berdasarkan hasil pelaksanaan uji kompetensi, seluruh peserta dinyatakan kompeten, dan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) telah diterbitkan serta dapat diambil atau diakses oleh peserta yang berhak.
Direktur Eksekutif LPK Harum Jaya menyampaikan bahwa penerbitan sertifikat ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan vokasi, khususnya pada bidang teknik sipil dan jasa konstruksi.
“Dengan adanya sertifikat kompetensi ini, para dosen diharapkan tidak hanya memiliki penguatan secara akademik, tetapi juga pengakuan kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia industri,” ujarnya.
Adapun delapan dosen yang dinyatakan kompeten berasal dari berbagai skema keahlian, antara lain Sistem Manajemen Mutu Konstruksi, Quantity Surveyor, Hidrologi, Bangunan Gedung Hijau, Manajemen Konstruksi, Teknik Jalan, dan Teknik Bangunan Gedung. Seluruh sertifikat tersebut tercatat pada jenjang Ahli Madya.
LPK dan TUK Harum Jaya juga menegaskan bahwa sertifikat yang telah diterbitkan hanya sah apabila digunakan sesuai dengan tujuan kegiatan dan ketentuan yang berlaku. Segala bentuk penyalahgunaan, pemalsuan, atau penggunaan sertifikat di luar kepentingan resmi menjadi tanggung jawab pribadi pemegang sertifikat.
Melalui kegiatan ini, kerja sama antara LPK Harum Jaya, TUK Harum Jaya, dan Politeknik Negeri Lhokseumawe diharapkan dapat terus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan kompetensi profesional di sektor konstruksi.
