Mahasiswa Prodi Teknologi Konstruksi Bangunan Air Jurusan Teknik Sipil PNL Laksanakan Field Trip ke Bendungan Keureuto

Mahasiswa Prodi Teknologi Konstruksi Bangunan Air Jurusan Teknik Sipil PNL Laksanakan Field Trip ke Bendungan Keureuto

Aceh Utara, 25 Juni 2026 – Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA), Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melaksanakan kegiatan field trip ke Bendungan Keureuto yang berlokasi di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Semester II, IV dan VI, Prodi TKBA sebagai bagian dari pembelajaran lapangan pada mata kuliah yang berkaitan dengan bangunan air dan pengelolaan sumber daya air. Rombongan PNL diterima langsung oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan Balai Wilayah Sungai Sumatera I melalui PPK Bendungan I selaku pengelola Bendungan Keureuto.

Gambar 1. Sambutan dan Pengarahan dari BWS-S 1

Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWS Sumatera I), dilanjutkan dengan pemaparan gambaran umum Bendungan Keureuto yang disampaikan oleh Bapak Aris Setiawan, Pengelola Keuangan pada PPK Bendungan I, SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sumatera I.

Ketua rombongan, Dr. Ibrahim, S.T., M.T., dalam sambutannya mewakili PNL menyampaikan bahwa kegiatan field trip ini bertujuan untuk menjembatani teori yang dipelajari mahasiswa di ruang kelas dengan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, kunjungan lapangan merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung infrastruktur Bendungan, fungsi, operasi, serta pengelolaan waduk sebagai salah satu infrastruktur strategis dalam pengelolaan sumber daya air.

Setelah sesi pemaparan, peserta diajak berkeliling ke area bendungan untuk mengamati secara langsung berbagai komponen utama, seperti tubuh bendungan (main dam), bangunan pelimpah (spillway), bangunan pengambilan (intake), dan area tampungan (waduk atau reservoir)

Gambar 2. Mahasiswa mengamati Spillway Bendungan

Selama kegiatan lapangan, mahasiswa dan dosen dibimbing langsung oleh Ir. Bun Riyadi, Sp.PSDA, selaku Team Leader Konsultan Persiapan dan Pemeliharaan Bendungan Keureuto, serta Bapak Hidayat, S.T., Pengelola Sumber Daya Air BWS Sumatera I. Peserta memperoleh penjelasan mengenai fungsi komponen bangunan bendungan, fungsi Bendungan Keureuto dalam pengendalian banjir, penyediaan air irigasi, penyediaan air baku, serta potensi pemanfaatannya sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu, Bendungan Keureuto juga memiliki potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di kawasan waduk.

Dalam pemaparannya, pihak BWS menjelaskan bahwa pembangunan Bendungan Keureuto memerlukan waktu 10 tahun sejak 2015 dan telah diresmikan pada tahun 2024. Waduk yang terbentuk dari bendungan ini diproyeksikan menjadi salah satu waduk terbesar di Pulau Sumatera. Saat ini bendungan masih berada pada tahap impounding (pengisian awal waduk) dan masa pemeliharaan yang direncanakan berlangsung hingga akhir tahun 2026.

Gambar 4. Berfoto bersama dengan latar belakang waduk yang telah terisi air (impounding)

Selama kunjungan, mahasiswa menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan oleh dosen untuk mengidentifikasi berbagai komponen bendungan, memahami fungsi masing-masing bangunan air, serta mengamati sistem operasi bendungan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari aktifnya diskusi dan berbagai pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari secara langsung penerapan ilmu bangunan air pada infrastruktur berskala nasional.

Setelah pelaksanaan istirahat, salat, dan makan (ISHOMA), rombongan melanjutkan kunjungan ke Rumah Katup. Pada lokasi tersebut peserta menyaksikan secara langsung sistem pelepasan air bertekanan tinggi dari bendungan menuju jaringan distribusi. Mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pengaturan debit air serta penyaluran air melalui pipa transmisi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti irigasi, penyediaan air baku, dan pembangkit listrik tenaga air.

Gambar 4. Penyerahan cendera mata dari PNL 

Kegiatan field trip ditutup dengan penyerahan cendera mata dari PNL kepada pihak BWS Sumatera I yang diserahkan oleh Dr. Edi Majuar, S.T., M.Eng.Sc., Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (P4M) PNL dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Sebagai tindak lanjut kegiatan, seluruh mahasiswa diwajibkan mengisi lembar observasi sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran sekaligus penguatan kompetensi di bidang Teknologi Konstruksi Bangunan Air.

Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin Prodi TKBA karena pembelajaran lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja di bidang konstruksi bangunan air," ujar Erna Yusnianti, S.Si.,M.Si Ketua Prodi TKBA.

Melalui kunjungan langsung ke salah satu infrastruktur sumber daya air terbesar di Aceh, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis, memperluas wawasan profesional, serta siap berkontribusi dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air di Indonesia.

 

 

-Tursina-